Senin, 20 Januari 2014

psiko diagnostik


Pengertian Psikodiagnostik - Psikodiagnostik berasal dari 2 kata, yaitu psikologi dan diagnostik. Psikologi adalah ilmu tentang tingkah laku manusia, sedangkan diagnostik adalah mencari tahu. Jadi, bisa disimpulkan psikodiagnostik ini adalah ilmu tentang mencari tahu masalah perilaku yang muncul. Misalnya, mencari tahu mengapa pasien A bertingkah laku aneh, apa yang menyebabkan dia bertingkah seperti itu, dan penanganan apa yang harus diberikan kepada pasien A tersebut.


Psikodiagnostik ini muncul dilatarbelakangi oleh kebutuhan klinis, yang dieksiskan oleh Hermann Rorschach. Dalam mendiganosa seseorang individu, Hermann membuat sebuah tes yang dinamakan "Test Rorschach". Test Rorschach adalah suatu tes yang berupa bercak tinta, yang diteteskan pada kertas sehingga memunculkan bentuk gambar yang simetris. Lalu subjek/individu yang di tes diminta untuk mengiterpretasikan gambar tersebut. Beberapa psikolog menggunakan test ini untuk memeriksa kepribadian seseorang. Test ini banyak digunakan untuk kasus – kasus dimana pasien tidak ingin menggambar proses terbuka. Salah satu contoh tes rorschach seperti gambar di bawah ini.




Apa yang bisa anda simpulkan dari gambar di atas??


Oke sekarang kita lanjut ke psikodiagnostik itu sendiri. Sebenarnya psikodiagnostik itu sendiri memiliki pengertian sempit dan luas.
  • Arti sempit: Meruapakan suatu cara untuk menetapkan psikis atau gangguan jiwa agar dapat memberikan pengobatan yang tepat
  • Arti luas: Setiap cara yang digunakan untuk membuat diagnosis psikologis, agar dapat memperlakukan individu dengan lebih tepat.

Sekilas mungkin memiliki pengertiannya hampir sama, tapi coba anda perhatikan yang saya beri cetak miring antara "suatu cara" dengan "setiap cara". Artinya psikodiagnostik itu sendiri tidak hanya mempunyai 1 cara dalam mendiagnosa seseorang individu, tapi banyak cara.

Apa tujuan dari psikodiagnostik itu sendiri??


  1. Untuk mengetahui potensi/ kemampuan-kemampuan yang dimiliki individu
  2. Agar dapat memperlakukan individu sesuai dengan potensinya
  3. Untuk menetapkan kelainan-kelainan psikis yang dialami individu, seperti fobia, skizoferenia, paranoid, dll
  4. Agar dapat memberikan penanganan yang tepat sesuai dengan kelainan psikologis yang dialami individu tersebut. Misalnya, dia menderita paranoid, apa penanganan yang tepat supaya paranoidnya bisa disembuhkan.
  5. Untuk mengetahui adanya perbedaan-perbedaan individu. Misalnya, kembar identik. Apakah kembar identik sudah pasti sama?? Bisa saja mereka memiliki kepribadian yang berbeda-beda. Pengertian dan contoh-contoh kepribadian bisa dibaca pada artikel saya berikut ini >> 7 Macam Kepribadian yang Disukai

Apa peran psikodiagnostik itu sendiri??

  • Dalam psikologi: Alat bantu/ metide yang penting dalam mencapai praktis psikologi. Jadi psikodiagnostik ini bukan merupakan cabang dari ilmu-ilmu psikologi, melain sebagai proses, sebagai alat prasarana dalam psikologi. Untuk cabang ilmu psikologi bisa di baca pada artikel saya yang berjudul >>10 Macam Ilmu Psikologi yang Wajib diketahui
  • Dalam kehidupan sehari-hari: Untuk menyelesaikan problem solving.

Lalu apa sasaran dalam belajar psikodiagnostik??

1.Menempatkan individu sesuai dengan potensi yang dimiliki baik di bidang pendidikan, pekerjaan, dan kehidupan sehari-hari. Contoh, perusahaan A membutuhkan seseorang yang bisa memajukan perusahaan tersebut. Maka dicarilah orang yang pandai bicara, tanggung jawab, disiplin, dll. Apakah perusahaan A dapat maju dengan memakai orang yang pemalu, tidak tepat waktu, takut tampil depan umum, dll?? Tentu tidak.

2.Mendorong individu agar dapat mengembangkan potensi yang dimiliki secara optimal. Sama seperti contoh di atas. Jika individu sudah diletakkan sesuai potensinya, maka dia akan lebih semangat dalam bekerja dan bisa mengembangkan potensi-potensi yang dimilikinya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar