Senin, 20 Januari 2014

Fantasi

   
Berfantasi atau berkarya merupakan salah satu gejala pengenalan (Kognisi) yaitu gejala-gejala yang terdapat dalam kejiwaan kita.,sebagai  hasil pengenalan. Fantasi dapat menimbulkan daya imajinasi kita dalam memciptakan sesuatu yang belum ada yakni sesuatu ide yang baru .

A.    Definisi Fantasi
Fantasi menurut Yanto Subiyanto (1980) adalah kemampuan jiwa untuk membentuk tanggapan-tanggapan atau bayangan baru. Hal senanda juga di jelaskan oleh Bimo Walgito (1983) dengan fantasi manusia dapat melepaskan diri dari keadaan yang dihadapinya dan menjangkau ke depan ke keadaan yang akan mendatang. Menurut  Julianto Simanjuntak (2007) fantasi (imajinasi) adalah kemampuan jiwa yang dapat membentuk satu tanggapan dengan pertolongan tanggapan yang lama .
Fantasi dapat terjadi secara sadar dan secara tidak sadar. Fantasi secara sadar misalnya pada seorang pemahat arca yang membentuk arca berdasarkan fantasinya. Sedangkan fantasi tidak sadar berdasarkan yang dilakukan oleh anak kecil yang bercerita tidak sesuai dengan kenyataan walaupun tanpa ada maksud untuk berbohong ( Walgito 1983).
B.    Macam-macam fantasi
Jenis-jenis fantasi menurut Bimo Walgito dalam bukunya dapat diuraikan sebagai berikut .Fantasi pada umumnya merupakan aktifitas yang menciptakan tetapi sekalupun demikian orang sering membedakan antara fantasi yang menciptakan dan fantasi yang dipimpin.
Ø  Fantasi yang menciptakan : Bentuk atau jenis fantasi yang menciptakan sesuatu misalnya  seorang pelukis menciptakan lukisannya berdasarkan datya fantasinya
Ø  Fantasi yang dituntun atau dipimpin : Bentuk atau jenis fantasi yang dituntun oleh pihak lain. Misalnya seorang yang meliat film , orang ini dapat mengikuti apa yang dilihatnya dan dapat berfantasi tentang keadaan atau tempat-tempat yang lain dengan perantaraan film itu sehingga fantasinya dituntun berdasarkan film.
1.    Fantasi disadari : Fantasi yang terjadi disadari oleh individu (misalnya; seseorang sedang berimajinasi tentang suatu kejadian untuk novelnya)
2.    Fantasi yang tidak disadari : fantasi yang terjadi tanpa disadari atau disengaja oleh ybs. Fatasi semacam ini terjadi pada anak-anak yang kadang=kadang menimbulkan dusta semu pada anak lain.
3.    Fantasi aktif : fantasi yang terjadi tidak melibatkan gejala-gejala jiwa lainnya seperti pikiran, kemaua, perasaan.
4.    Fantasi pasif : fantasi yang terjadinya tidak melibatkan gejala-gejala jiwa ainnya secara pasif. Pada fantasi pasif seolah-olah kedasaran dibiarkan untuk tempat bermaiinya daya fantasi.
5.    Fantasi mencipta ; fantasi aktif yang mampu menghasilkan karya kreatif misalnya lagu, lukisan, cerpen, novel
6.    Fantasi tuntunan ; fantasi aktif yang terjadinya dibawah tuntunan sesuatu . misalnya fantasi yang timbul pada saat membaca novel , melihat film, mendengarkan lagu.
Fantasi dibagi menurut cara orang berfantasi
1.    Fantasi yang mengabstraksi cara orang yang berfantasi dengan mengabstraksikan beberapa bagian sehingga ada bagian-bagian yang dihilangkan. Misalnya ada anak yang belum pernah melihat gurun pasir, maka untuk menjelaskannya digunakan lapangan.
2.    Fantasi yang mendeterminasi yaitu cara orang berfantasi dengan mendeterminasi terlebih dahulu. Misalnya seorang anak belum pernah melihat harimau , kemudian dikenalkan bahwa harimau adalah kucing yang besar . maka dalm fantasinya akan muncul gambar kucing besar sebagai harimau.
3.    Fantasi yang mengkombinasi yaitu cara orang berfantasi dimana orang mengkombinasikan pengertian atau bayangan yang ada pada individu yang bersangkutan. Misalnya fantasi tentang ikan duyung yaitu makhluk yang memiliki kepala wanita dan berbadan ikan (Walgito 1983) contoh lainnya adalah ingin membangun rumah dengan kombinasi model eropa dengan atap model rumah minangkabau.
C.   Tes Fantasi
Ada berbagai macam tes yang dapat digunakan untuk mengukur kemampuan individu dalam berfantasi. Macam-macam fantasi tes itu (Walgiato 1983).
1.    Tes TAT yaitu tes berwujud gambar-gambar dan testee disuruh bercerita tentang gambar itu
2.    Tes kemustahilan yaitu yang berwijid bentuk gambar-gambar atau cerita-cerita yang mustahil terjadi dan teste disuruh mencari kemustahilan itu.
3.    Hailbronner Wirsma Tes yaitu yang berwujud suatu seri gambar yang makin lama makin sempurna.
4.    Tes Rorschach yaitu tes yang berwujud gambar-gambar dan testee dimintaa untuk menginterprestasikan gambar tersebut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar